Kamis, 02 Mei 2013

paragraf 2


EKONOMI INTERNASIONAL

Ekonomi internasional adalah sebagai cabang dari ilmu ekonomi yang mempelajari dan menganalisis tentang transaksi dan permasalahan ekonomi internasional  ( Ekspor-Impor ) yang meliputi perdagangan dan keuangan atau moneter serta organisasi ekonomi (Swasta maupun Pemerintah ) dan kerja sama ekonomi antar negara. Sebagai bagian dari ilmu ekonomi maka Ekonomi Internasional permasalahan pokok yang dihadapi dalam Ekonomi Internasional sama dengan ilmu ekonomi, yaitu masalah kelangkaan Produk, dan masalah pilihan produk, yang diartikan produk adalah barang dan jasa serta ide yang dibutuhkan dan dihasilkan oleh manusia.

Masalah Kelangkaan Dan Pilihan Produk Barang ( Barang Dan Jasa Dan Serta Ide ) Muncul Karena Adanya Permintaan Dan Penawaran Akan Kebutuhan Dan Keinginan Yang Sifatnya Tidak Terbatas Dan Keinginan Yang Sifatnya Tidak Terbatas Dan Permintaan Serta Penawaran Sumber Daya ( Resorces ). Permasalan Ekonomi Tersebut Dapat Bersifat Internasional Karena Adanya Permintaan Dan Penawaran Yang Berasal Dari Dalam Negeri Maupun Dari Luar Negeri.

Pentingnya stadi Ekonomi  Inter nasional karena pada saat ini pengaruh globalisai ekonomi dunia yang ditandai ciri-ciri atau karakter yaitu : keterbukaan pasar atau liberalisasi pasar dan arus uang dan transfer teknologi, ketergantungan ekonomi suatu negara terhadap dunia luar dimana adanya perusahaan Multi Nasional serta persaingan semakin ketat antar negara atau antar perusahaan untuk meningkatkan : produktifitas, efisiensi, dan efektif yang optimal.

Sebagai konsekuensi dari globalisasi maka stadi Ekonomi Internasional sangat penting guna mengukur kemampuan suatu negara dalam kancah globalisasi. Tujuan Ekonomi Internasional adalah untuk mencapai tingkat kemakmuran yang lebih tinggi dari umat manusia. Tujuan itu dapat dicapai dengan mengadakan kegiatan-kegiatan dalam bidang perdagangan, investasi, perkreditan, pengangkutan, perasuransian, deplosiasi dan lain-lain perbedaan-perbedaan dalam sifst dan cara-cara antara perdagangan international dengan perdagangan-perdagangan dalam negeri disebabkan oleh hal-hal dibawah ini : Perbedaan Negara menyebabkan adanya perbedaan dalam hukum peraturan jual beli, uang, peraturan bea, dsb. Perbedaan bangsa dan daerah menyebabkan perbedaan dalam kebiasaan, adat istiadat, kesukaan, musim dan kondisi paasar. Perbedaan yang disebabkan oleh keadaan politik, social, ekonomi dan cultural.

paragraf 1


PEREKONOMIAN INDONESIA
Sistem ekonomi yang dianut oleh setiap bangsa berbeda-beda. Hal ini sesuai dengan filsafah dan idiologi dari masing-masing negara. Seperti halnya Indonesia, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia akan berbeda dengan sistem ekonomi yang dianut oleh Amerika Serikat ataupun negara-negara lainya. Pada awalnya Indonesia menganut sistem ekonomi liberal, dimana seluruh kegiatan diserahkan kepada masyrakat. Akan tetapi karena ada pengaruh komunisme yang disebarkan oleh partai komunis Indonesia, maka sistem ekonomi di Indonesia berubah dari sistem ekonomi liberal menjadi sistem ekonomi sosialis.
Pada masa Orde Baru, sistem ekonomi yang dianut oleh bangsa Indonesia diubah kembali menjadi sistem demokrasi ekonomi. Sistem ini bertahan hingga masa reformasi. Setelah masa reformasi, pemerintah melaksanakan sistem ekonomi yang berlandaskan ekonomi kerakyatan. Sistem inilah yang masih berlaku di Indonesia.
Indonesia mempunyai landasan idiil yaitu pancasila dan landasan konstitusional yaitu UUD 1945. Oleh karena itu, segala bentuk kegiatan masyarakat dan negara harus berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Sistem perekonomian yang ada di Indonesia juga harus berdasarkan pancasila dan UUD 1945. Sistem perekonomian nasional yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945 disusun untuk mewujudkan demokrasi ekonomi dan dijadikan dasar pelaksanaan pembangunan ekonomi. Sistem perekonomian Indonesia yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945 disebut sistem ekonomi demokrasi. Dengan demikian sistem ekonomi demokrasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem perekonomian nasional yang merupakan perwujudan dari falsafah pancasila dan UUD 1945 yang berasaskan kekeluargaan dan kegotongroyongan dari, oleh, dan untuk rakyat dibawah pimpinan dan pengawasan pemerintah.
Pada sistem demokrasi ekonomi, pemerintah dan seluruh rakyat baik golongan ekonomi lemah maupun pengusaha aktif dalam usaha mencapai kemakmuran bangsa. Selain itu, negara berperan dalam merencanakan, membimbing, dan mengarahkan kegiatan perekonomian. Dengan demikian terdapat kerja sama dan saling membantu antara pemerintah, swasta, dan masyarakat.

numbering 1


DAFTAR MATERI EKONOMETRIKA DERET WAKTU
1.       PENDAHULUAN
1.1. Pengantar
1.2. Pengertian Ekonometrika Deret Waktu
1.3. Karakteristik Data Deret Waktu
1.4. Paket Program Komputer untuk Analisis
2.       KESTASIONERAN DATA DERET WAKTU
2.1. Pengantar
2.2. Proses Stokastik dan Kestasioneran dengan Trend Data
2.3. Pemeriksaan Kestasioneran Data Feret Waktu
2.3.1.        Pemeriksaan Kestasioneran dengan Trend Data
2.3.2.        Pemeriksaan Kestasioneran dgn Koefisisen Autokorelasi dan Korelogram ACF
2.3.3.        Uji Akar Unit (Unit Root Test)
2.4. Penggunaan Eviews untuk PemeriksaanKestasioneran Data
2.4.1.        Trend Data
2.4.2.        Autokorelasi dan Korelogram
2.4.3.        Uji Statistik Q
2.4.4.        Uji Statistik Ljung-Box (LB)
2.4.5.        Uji Akar Unit (Unit Root Test)
3.       ANALISIS TREND DAN TEKNIK PEMULUSAN
3.1. Pengantar
3.2. Komponen Deret Waktu
3.3. Analisis Trend
3.3.1.        Trend Linier
3.3.2.        Trend Kuadratik
3.3.3.        Trend Eksponensial
3.3.4.        Pemilihan Trend Yang Paling Sesuai
3.3.5.        Prosedur SPSS untuk Analisis Trend
3.4. Pemulusan dengan Rata-Rata Bergerak (moving Average)
3.4.1.        Simple Moving Average (Proses Konstan)
3.4.2.        Double Moving Average (Proses trend linier)
3.4.3.        Contoh Peramalan dengan Teknik Moving Average
3.5. Pemilihan Model Terbaik
4.       DEKOMPOSISI DATA DERET WAKTU
4.1. Pengantar
4.2. Rata-Rata bergerak Terpusat
4.3. Model dan Teknik Dekomposisi
4.4. Contoh Teknik Dekomposisi
4.5. Prosedur SPSS untuk Dekomposisi Data Deret Waktu
5.       MODEL ARIMA (BOX- JENKINS)
5.1. Pengantar
5.2. Proses Regresi Diri
5.3. Proses Rataan Bergerak
5.4. Proses Campuran Diri dan Rataan Bergerak (ARM(p,q))
5.5. Model Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA)
5.6. Prosedur Box-Jenkins
5.6.1.        Identifikasi model
5.6.2.        Estimasi Parameter Model
5.6.3.        Evaluasi Model
5.6.4.        Prediksi atau Peramalan
5.7. Prosedur Eviews untuk Pemodelan ARIMA
5.7.1.        Identifikasi Model
5.7.2.        Evaluasi Model

mailing 1


. GREEN LIFE FOUNDATION
HUMAN RESOURCE DEVELOPMENT DEPARTEMEN
Jln. Solo – Tawangmangu Karanganyar 57781

Kra, 27 Maret 2013
No.      : 11/GLF/HRD/III/2013
Lamp.  : -
Hal      : Bonus Tahunan
Berdasarkan hasil rapat Dewan Direksi mengenai kenaikan jumlah pemberian bonus dan insentif untuk karyawan perusahaan, serta berdasar pada penilaian kinerja yang dilakukan oleh Departemen HRD tahun 2012 memutuskan untuk memberikan bonus tahunan kepada:
Nama               : FITRIYANTO
Departemen     :KEUANGAN
Jumlah             : Rp. 1.000.000
Semoga pemberian bonus ini dapat semakin meningkatkan kinerja, loyalitas dan prestasi bagi yang bersangkutan dan memberikan motivasi kepada karyawan lainnya untuk semakin meningkatkan kinerjanya.
Demikian kami sampaikan, untuk dapat menjadi perhatian. Terimakasih.
Manajer HRD

Ivan Nurdiyanto, S.E